Welcome to Community Service Project Competition Sampoerna Academy Official Website. Thank You.
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Pentas Seni SDN Sawojajar 1

Pentas Seni SDN Sawojajar 1 Binaan Community Service SMAN 10 Malang,
dari Drama Hingga Peragaan Busana Daur Ulang

Sabtu (17/06), siswa-siswi SMAN 10 Malang yang terbagi dalam kelompok untuk community service di SDN Sawojajar I dapat bernafas lega. Pasalnya pentas seni siswa-siswi SD hasil binaan mereka selama beberapa bulan berlangsung dengan sukses. Berbagai penampilannya antara lain paduan suara, tari, drama, hingga peragaan busana. Pentas seni ini merupakan serangkaian kegiatan yang diadakan oleh SDN Sawojajar I bersamaan dengan Pelepasan Siswa Kelas 6, pembagian rapor, dan beberapa bazar.
Yang lebih menyita perhatian penonton adalah peragaan busana daur ulang. Baju-baju yang digunakan merupakan karya sendiri. Lucy, salah satu pembuatnya mengatakan bahwa dalam proses pembuatannya lebih mudah, karena ukurannya lebih kedil untuk anak-anak, namun yang cukup menyita waktu adalah mengajarkan anak-anak menghafal cara berjalan. 
Pentas seni ini sekaligus menandai berakhirnya waktu kegiatan community service di SDN Sawojajar I, namun bukanlah sebuah akhir dalam pengabdian masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi suatuawal dari keberlajutan community service di tempat-tempat lainnya.

Pengabdian Anak Bangsa Untuk Sang Saka

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan yang ke-66, anggota dari FPPI (Forum Pelajar Peduli Indonesia) dari SMAN 10 Malang memanfaatkan saat tersebut dengan mengadakan suatu acara. Selasa, 16 Agustus 2011 merupakan hari istimewa di YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) yang terletak di Jl Tumenggung Suryo No 39. Hentakan kaki memberi simbol semangat juang kami untuk membuat acara yang berbeda.Suatu tantangan bagi kami untuk melatih mereka agar mampu tampil dengan baik. Mengadakan latihan rutin setiap hari sabtu pada tanggal 06 & 13 Agustus merupakan siasat kami untuk melatih dengan memberi semangat kepada para petugas.
 Dalam pelatihan tersebut tak luput dari kendala yang harus dipecahkan. Semangat mereka adalah motivasi kami untuk selalu sabar dan tersenyum. Perjuangan mereka, senyum mereka adalah anugerah yang tak terpungkiri. Meski dengan keterbatasan fisik maupun psikis mereka mencoba menyingkirkannya dan tak menganggap hal tersebut sebagai kendala. Namun mereka menganggap keterbatasan mereka adalah semangat mereka dalam mencapai hasil. Berpegang tangan meyakinkan keteguhan. Karena kami yakin mereka bisa. Mereka sama dengan kita, anak bangsa, penerus Indonesia.
Hingga tiba hari yang ditunggu. Setelah sebelumnya mereka memakai seragam yang telah kami sediakan. Wajah mereka memancaran semangat yang berkobar. Mereka siap membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah suatu penghalang untuk maju. Mereka menunjukkan kepada seluruh komponen yang ada di YPAC termasuk para donator serta beberapa perwakilan dari LSM yang kurang lebih berjumlah 100 orang. “Saya terharu melihat murid-murid menjadi petugas upacara. Ini adalah yang pertama kali diadakan karena biasanya pada saatu upacara hari senin yang menjadi petugasnya adalah dari guru. Namun sekarang berbeda, murid-murid kami mampu menjadi petugas dengan baik,” kata Bu Seni, kepala asrama di YPAC.
Setelah melaksanakan upacara bendera, acara berlanjut pada lomba-lomba. Ada 4 jenis lomba yang diselenggarakan. Yaitu mewarnai, balap kursi roda, balap kelereng serta bendera. Seiring dengan kegiatan lomba kami memberikan souvenir berupa bingkai mini kepada seluruh murid di YPAC. Acara lomba ini berlangsung dengan meriah dan berhasil membuat senang dari pihak YPAC. Berbuka puasa bersama adalah akhir dari acara pada hari itu. Buka puasa bersama ini diikuti oleh siswa asrama. Karena di YPAC terdapat siswa yang asrama dan bukan asrama. Sejumlah 35 orang kami melaksanakan buka puasa bersama  Rasa syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa atas segala karunia dan nikmat yang diberikan pada hari itu. 
Dirgahayu RI ke-66 Semoga generasi muda mampu membuat perubahan untuk lebih maju. Kekurangan bukanlah suatu duri yang menusuk menghalangi, namun kekurangan adalah duri yang mampu menusuk halangan tersebut.

Awal dari Kesuksesan

Semarak pembukaan CSP Community Service Program telah digelar pada tanggal 26 Februari 2011. Kick off Community Service project di tahun kedua ini ditandai dengan bertambahnya target pelaksanaan Community service. Setelah masa libur semester tak diduga terjadi banyak perubahan. Sebanyak 32 tempat umum dan instansi pemerintah setempat siap  kerja sama dengan SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) untuk menjalankan program Comserv.
Kebanyakan dari target comserv tersebut didatangi langsung oleh siswa-siswi pengurus OSIS masa bakti 2010/2011. Terutama mereka yang mendapat job disk di sekbid 4 memang mempunyai tugas khusus untuk menangani Comserv di SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy), namun ada juga beberapa instansi yang memang meminta kepada SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy)untuk melakukan community service di sekolah mereka. Instansi-instansi tersebut kebanyakan adalah sekolah-sekolah dasar di sekitar SMAN 10 Malang yang memang telah mengenal seluk beluk SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) dengan baik. Oleh karena itu tidak ragu lagi kedua belah pihak sangat mudah untuk menjalin kerjasama.
Pencarian ke-32 tempat sebagai target dari CSP ini menghabiskan waktu kurang lebih 1 bulan sebelum pembukaan CSP. Tempat-tempat tersebut meliputi, instansi sekolah dasar maupun taman kanak-kanak, panti asuhan, panti jompo, anak jalanan, BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kota Malang, kepolisian, YPAC (Yayasan Penyandang Anak Cacat) dan dinas sosial. Selain dimintai kerja sama secara langsung sebagian dari instansi tersebut juga dapat diajak bekerja sama karena bantuan pemerintah Kota Malang.
Dalam menjalankan community service siswa-siswi SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) dituntut untuk komunikatif, kreatif dan inovatif, karena mereka harus mempersiapkan diri untuk bicara di depan orang umum. Sepertihalnya untuk comserv di sekolah dasar, siswa-siswi SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) harus mampu menguasai emosi dalam menanggapi kekritisan anak SD, selain itu mereka perlu kreatif dan inovasi terbaru mengenai materi yang akan disampaikan di tempat comserv. Tentunya materi yang diberikan harus berbeda di setiap pertemuan, bermanfaat dan ada keberlanjutannya. Seperti contohnya, pengajaran bahasa inggris, matematika dasar dalam bahasa Inggris, choir, bahasa jepang, PHBS, kesenian dsb. Kebanyakan dari materi yang diberikan adalah pengaplikasian materi sekolah yang dikemas untuk siswa-siswi sekolah dasar.
Tidak jarang juga materi comserv menyesuaikan dengan permintaan dari instansi yang terkait, sebagaimana untuk comserv di BLH Kota Malang, mereka meminta tim comserv untuk membersihkan taman kota dan alon-alon Kota Malang. 
Begitulah gerilya dan pengorbanan dari siswa-siswi SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) yang telah membuahkan hasil maksimal. Keseluruhan kegiatan dilakukan dengan senang hati demi membantu sesama.

Think Win Win for Community Services

Keberhasilan diri sendiri tak kan berarti apa-apa jika tidak memberi manfaat bagi orang lain.  Begitulah ungkapan yang tepat untuk kesuksesan SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) dalam pencapaian tujuan dari community service. Kesuksesan dalam megembangkan comserv di 32 titik yang berbeda di Kota Malang telah memberikan pengalaman yang cukup bagi SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy). 
Alasan tersebut menjadikan SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) dianggap telah siap ditantang untuk lebih maju dan kreatif, sehingga dapat memberikan manfaat untuk lingkup yang lebih luas. Bersamaan dengan dirilisnya Hand out Pilot Project “ Developing a creative and sustainable Student Club dan Community Service project program” yang dikirim oleh Director of Student Service SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) melalui e-mail Pembina Learning To Live SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy). Pihak Sampoerna Foundation telah mendelegasikan kepada SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) untuk melaksanakan sebuah Pilot project. 

Salah satu program dari Pilot Project diantaranya adalah CSPC (Community Service Project Competition). CSPC ini merupakan sebuah kesempatan emas yang dikemas khusus bagi siswa-siswi dari Sampoerna Academy Bogor, Bali, dan Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Community Service Project di tempatnya masing-masing, harapannya setelah diadakannya program ini Sampoerna Academy Bali, Bogor dan Palembang nantinya dapat menyusul kesuksessan CSP (Community Service Project) sepertihalnya di Sampoerna Academy Malang. 

CSPC ini nantinya akan mulai diselenggarakan serempak melalui 2 tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan proposal CSPC dari SA Bali, Bogor dan Palembang kepada SA Malang melalui jaringan internet yang memang khusus disediakan oleh SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) untuk CSPC. Selanjutnya keseluruhan proposal yang diterima akan difasilitasi berupa pendanaan langsung dari Sampoerna Foundation untuk ketiga peserta CSPC agar mereka dapat melaksanakan Community Service sebagaimana yang telah mereka ajukan di proposal. 

Pada akhirnya di tahapan kedua pihak SA Malang selaku panitia akan mengirimkan 2 perwakilannya ke setiap sekolah untuk proses penjurian. Penjurian yang akan diberikan kurang lebih meliputi tentang pemilihan target community service, keefisiensian penggunaan dana, dan yang terpenting adalah pencapaian tujuan dari CSP itu sendiri yang merupakan indicator keberhasian dari Community Service Program. 
Mencapai kesuksesan besar memang tidak semudah yang dibayangkan. Kerja keras di hari yang lalu sangat berpengaruh untuk hari esok. Begitu pula dengan gerilya teman-teman di SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy). Langkah awal yang berat pada akhirnya dapat berujung pada kesuksesan. Harapannya, dengan diadakannya CSPC ini, Community Service Project juga dapat sukses menjadi program yang direplikasi di sekolah-sekolah  Sampoerna Academy di Bali, Bogor, dan Palembang.